
SEMARANG – Penetapan Presiden ke-2 Republik Indonesia, HM Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional disambut rasa syukur dan bangga oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah.
Ungkapan rasa syukur itupun diwujudkan dengan menggelar Tasyakuran dan Doa Bersama di Kantor DPD Partai Golkar Jateng Jalan Kiai Saleh No 1 Semarang pada Senin (10/11/2025).
Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Mohammad Saleh, mengemukakan penetapan HM Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian pemimpin bangsa dan negara Indonesia.
“Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini juga bentuk dari pengakuan atas dedikasi HM Soeharto, baik sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan, sampai menjadi presiden tiga dekade,” ujar Mohammad Saleh.
“Karena itu, kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo dan kementrian yang telah menunjukkan sikap kenegarawan dengan mengakui jasa Pak Harto,” imbuhnya.

Menurut dia, bapak pembangunan yang akrab dengan sebutan Pak Harto juga sosok yang berperan dalam membentuk kiprah Partai Golkar pada pembangunan nasional. Pak Harto cukup lama menjadi Ketua Dewan Pembina Golkar.
Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Jateng itu melihat HM Soeharto telah meletakkan fondasi pembangunan nasional dan stabilitas ekonomi melalui konsep Trilogi Pembangunan. Konsep Trilogi Pembangunan itu seperti stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan pemerataan pembangunan serta hasil-hasilnya.
Tujuan dari Trilogi Pembangunan itu untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Karena itu, Mohammad Saleh meminta kader Golkar wajib meneladani semangat pengabdian dan kerja keras Soeharto dalam membangun bangsa.
“Yang kita nikmati saat ini pondasinya dari Pak Harto. Beliau merupakan Bapak Pembangunan dengan Trilogi Pembangunan yang masih relevan hingga saat ini,” ungkap Mohammad Saleh.
Selain Soeharto, Presiden Prabowo juga memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pemberian gelar itu juga disyukuri oleh Mohammad Saleh. Dia menilai Gus Dur merupakan sosok pemimpin bangsa yang menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, pluralisme, dan demokrasi.
“Ini adalah simbol persaudaraan dan penghormatan terhadap perjuangan pempimpin bangsa,” katanya.
Penganugerahan gelar pahlawan terhadap HM Soeharto dan Gus Dur tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Selain Soeharto dan Gus Dur, ada delapan tokoh lain yang mendapat gelar Pahlawan Nasional, termasuk aktivis buruh, Marsinah. (MPO-JTG)

